Home > Buku > Memaknai Kehidupan & Kearifan Lokal

Memaknai Kehidupan & Kearifan Lokal

Judul  : Memaknai Kehidupan  & Kearifan Lokal

Kode  : ASC3

Pengarang : Aminuddin Salle
Penerbit : ASPublishing, Makassar
Kondisi : baru, segel
Berat : 40 gr
Tebal: 316 hal
Harga : Rp. 75.000,-(belum termasuk ongkos kirim)

STATUS:  Terbatas

SINOPSIS :

Buku ini merupakan kumpulan tulisan penulis yang beberapa tahun lalu sampai sekarang yang telah dipublikasikan melalui blog http://pena.aminuddinsalle.com. Akhir-akhir ini penulis juga sering memuat melalui facebook dengan harapan kalau terdapat kekurangan dapat dikoreksi. Bagi teman-teman yang menanggapinya melalui blog, penulis telah memuatnya dalam buku ini.

Pada hari Ahad, 7 Agustus 2011, buku ini telah dibedah oleh Dr.  Sabri AR berikut catatannya:

Assalamu Alaikum for All: Ada ungkapan arif Prancis: “Teramat sering kita ketemu, tapi tak sedetik pun kita pernah berjumpa”. Agaknya, kearifan ini membedakan antara “pertemuan” dan “perjumpaan”. Jika yang pertama mengandaikan relasi-nisbi, maka yang terakhir meniscayakan relasi yang membangun dunia-makna. Buku ‘maestro kebudayaan Makassar’ asal Takalar, Prof. Dr. H. Aminuddin Salle, S.H. M.H., ini memantik perjumpaan, bukan pertemuan. Buku ini, berbicara tentang dunia-makna (meaning): baik dalam kehidupan maupun kearifan lokal. Dalam Cultural Studies, “meaning” adalah aspek terdalam dari sebuah “pesan” (message).

Buku, yang sepenuhnya ditulis dalam bentuk esai, ini “bermain” di antara “meaning” dan “message”. Prof. Aminuddin Salle, menyadari sepenuhnya jika sebuah pesan memiliki makna yang ‘berlapis’: ritual-eksternal, moral, intelektual-epistemik, dan spiritual. Dari aras kesadaran itulah, Prof. Aminuddin bertutur dan menganyak makna yang berlapisan dalam suguhan esai yang amat ‘dekat’ dengan nafas kehidupan kita, tapi juga eksotik dan mendebarkan. Secara tipologi: jika jurnalisme melahirkan laporan, karya ilmiah menciptakan narasi, puisi menerbitkan intuisi dan getar jiwa, maka esai adalah sebuah ‘kesaksian’. Di sini, Prof. Aminuddin secara sadar menyajikan buku ini dalam penggalan esai: beliau ingin bertutur dengan ‘literasi kebudayaan Makassar’ yang dianyam dengan nilai keislaman universal, dalam perspektif sebagai ‘seorang’ cendekiawan Indonesia yang santun dan dekat di jantung anak-anak muda. Terasa, Ramadhan kali ini memancarkan cahayaNya justru sejak awal…menyusul terbitnya buku sang profesor Arif dari Galesong, Good luck, profesor: guruku..yang mengajarkan kami mengeja kehidupan tidak hanya melalui observasi, inteleksi, dan intuisi: tapi juga dengan CINTA.

Salam: Dr. Sabri AR

Categories: Buku Tags:
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s